Archive | November 2009

PIDATO CUCU MANTAN PM INDIA,MENGUNDANG KEBENCIAN UMAT MUSLIM

INDIA (SuaraMedia) – Varun Gandhi, yang tengah berkampanye untuk pemilihan umum bulan Varun Gandhi depan, dilaporkan mengatakan kepada para simpatisannya bahwa partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), yang berhaluan nasionalis akan ‘memenggal kepala kaum muslim’.

Dalam sebuah rekaman yang disiarkan stasiun televisi NDTV, Varun juga mengatakan kepada massanya bahwa orang-orang muslim memiliki nama-nama yang menakutkan seperti Karimullah dan Mazullah.

“Bila kalian bertemu dengan mereka pada malam hari, kalian akan ketakutan,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum India mengatakan akan meneliti pidato Varun sebelum mengambil tindakan. Pernyataan Varun tersebut dikecam oleh Partai Kongres yang dipimpin Sonia Gandhi, janda dari putra tertua Indira, Rajiv.

Sebenarnya, Varun sedang  berkampanye menghadapi Pemilu bulan depan. Namun akibat ulahnya ini, Varun  menghadapi tuduhan kriminal. Seorang pejabat KPU India mengatakan kepada AFP bahwa sebuah peringatan resmi juga telah dikeluarkan kepada BJP.

Kaum muslim merupakan komunitas minoritas terbesar India, dan hubungan dengan mayoritas umat Hindu selama ini mengalami masalah dan sering menimbulkan kerusuhan sejak negara itu mencapai kemerdekaan dari Inggris tahun 1947.

Komentar Varun dikecam oleh Partai Kongres yang sedang berkuasa, yang diketuai oleh Sonia Gandhi, janda putra sulung Indira, Rajiv Gandhi, dan pemegang obor dinasti Nehru-Gandhi.

Varun adalah putra anak kedua Indira, Sanjay Gandhi, anggota keluarga yang dipisahkan oleh dinasti. Dinasti Nehru-Gandhi tidak memiliki hubungan darah dengan Mahatma Gandhi, tokoh gerakan kemerdekaan India.

Seorang jurubicara Kongres menuduh BJP menjadi sebuah partai dengan ideologi anti-minoritas. Sementara jurubicara BJP,  menegaskan, “kultur tradisional BJP tidak pernah dapat mengajarkan seseorang berbicara sedemikian tidak bertanggung-jawab.”

Dalam pembelaan dirinya, Varun mengatakan rekaman pidatonya itu telah dilebih-lebihkan. Sebagaimana diketahui, India akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih sebuah parlemen baru dan pemerintah dari 16 April sampai 13 Mei.

Hassan Kamaal, kolomnis terkenal di India menilai Varun sudah bersikap arogan dan kurang berpengalaman sebagai politisi. “Tindakan yang bodoh, kekanak-kanakan dari seorang politisi muda,” ujar Kamaal.
Namun analis politik Profesor Mustafa Khan berpendapat, pernyataan Varun cuma taktik politik untuk memenangkan pemilu, dengan cara mengedepankan rasa tidak aman dan ketakutan di kalangan warga Hindu.
“BJP tidak punya harapan untuk memenangkan pemilu karena perpecahan di tubuh partai itu. Mereka berharap bisa menang dengan mengangkat isu-isu komunal,” kata Khan.
Muslim India menginginkan Varun didiskualifikasi dari keikutsertaannya dalam pemilu. “Dia tidak boleh ikut pemilu. Saya Muslim dan saya bangga menjadi Muslim. Saya berterimakasih pada nenek moyang saya karena tidak memilih ke Pakistan dan tetap berada di India. India adalah negara saya, lebih daripada seorang Varun Gandhi,” tukas warga Muslim India, Shehla Masood

"ISLAM ADALAH DASAR PERADABAN MANUSIA"..KATA PAUS

AOUNDE (SuaraMedia) – Dalam pertemuannya dengan 22 tokoh muslim Kamerun, Paus Benediktus XVI meminta umat Islam dan Kristiani di Kamerun meneruskan contoh toleransi beragama pada negara Afrika yang lain, Kamis (19/3). Dikatakan juga oleh Paus Benediktus dalam kesempatan yang sama bahwa Islam adalah salah satu agama yang menjadi dasar bagi peradaban manusia.

“Umat Islam dan Kristiani di Kamerun harus bekerja sama membangun peradaban cinta,” ujar Paus kepada 22 tokoh muslim yang di temuinya di Ounde, Kamerun, Kamis kemarin.

Hal ini ditegaskannya karena menurut Benediktus dibanding dengan negara-negara Afrika lainnya, toleransi antar umat beragama, terutama Muslim dan Kristiani di Kamerun jauh lebih baik. Umat muslim di Kamerun berjumlah kurang lebih 22 persen dari keseluruhan warga Kamerun. Pemeluk Kristen Katolik dan Animisme masing-masing sejumlah 27 persen, dan 18 persen lagi adalah penganut Kristen Protestan.

Sejauh ini, belum pernah tercatat adanya konflik berarti antar umat beragama di Kamerun. Terutama jika dibandingkan dengan beberapa negara Afrika lainnya seperti Nigeria dimana gesekan antar umat sering menimbulkan kekerasan.

“Mudah-mudahan kerja sama penuh gairah Umat Islam, Katolik, dan umat Kristiani lainnya di Kamerun bisa jadi panduan bagi negara-negara Afrika lainnya dalam rangka mewujudkan potensi komitmen antar umat beragama terhadap perdamaian, keadilan, dan kebaikan bersama,” ujar Benediktus.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Benediktus juga sempat menyebut Agama Islam sebagai basis dari peradaban manusia. Untuk itu, ia meminta umat Islam, terutama di Kamerun untuk menghindari segala bentuk kekerasan yang mungkin timbul di masa datang.

“Sebagai salah satu agama sejati, Islam berdiri sebagai dasar kebudayaan umat manusia,” kata Benediktus menegaskan.

Sejak sempat menimbulkan kontroversi di kalangan umat Islam beberapa waktu yang lalu, Benediktus terekam sudah kerap kali bertatap muka dengan para pemimpin Islam. Bulan depan ia juga dijadwalkan untuk berkunjung ke salah satu masjid di Yordania

PENGARUH KEBIJAKAN BUSH,AS HENTIKAN BEASISWA MUSLIM

AMERIKA (SuaraMedia) – Tariq Ramadan, seorang Ulama dan Sarjana Swiss yang terpandang, telah menyelesaikan segala tugasnya di Universitas Notre Dame pada 2004, namun pemerintahan Bush melarangnya untuk memasuki negara tersebut. Pemerintah mengatakan dia telah terlibat dalam pengumpulan dana yang diyakini memiliki hubungan dengan terorisme.
Hakim federal didukung pemerintahan telah menerima kasus tersebut pada Desember 2007, dan pada Selasa lalu untuk kedua kalinya mengajukan banding ke Kehakiman Amerika Serikat di New York.
Saat ini, untuk menghindari terjadinya hal serupa, sebuah kelompok gabungan akademik dan kebebasan kelompok sipil meminta pemerintahan Obama untuk memutuskan kebijakan Bush dalam menahan visa asing dari beasiswa untuk warga asing, aktivis dan penulis.
Dalam surat yang dirilis Rabu lalu, kelompok tersebut mengatakan ideologi As seharusnya “berkompromi dengan akademik dan perdebatan politik di AS pada saat ini merupakan perdebatan yang sangat penting.”
Setelah ditolak masuknya Profesor Ramadan, Persatuan Warga Sipil Amerika serta beberapa organisasi yang tertarik dalam kasus ini, termasuk American Academy of Religion, American Association of University Professors, dan PEN American Center mengatakan mereka memiliki hak Amandemen Pertama untuk mendengar Profesor Ramadan yang telah mengunjungi Amerika belasan kali dalam tahun sebelum visanya diblokir.
Pemerintah awalnya melarang masuk Ramadan dengan menuduhnya telah melanggar ketentuan hukum anti-teroris yang dibuat USA Patriot Act, yang mengizinkan pihak berwenang untuk mengeluarkan orang asing yang memiliki “posisi menonjol di setiap negara untuk mendukung atau menyertai kegiatan teroris.” Setelah perkara tersebut diurus, pemerintah menyatakan bahwa dari tahun 1998 sampai tahun 2002, Ramadan telah menyumbangkan sekitar $ 1300 kepada badan amal Association de Secours Palestinien di Swiss yang lalu dituduh memberikan dana mereka untuk kelompok pejuang Hamas.
Dalam beberapa kasus serupa, akhir Juli tahun lalu, pemerintah mengatakan bahwa kedua pengadilan tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan dan Mahkamah Agung telah berulang kali mengizinkan pemerintah untuk menghalangi masuknya pendatang asing karena sudut pandang mereka. Namun pemerintahan Obama menolak untuk mengurus perkara tersebut.
Pembatasan masuknya pendatang ke AS bukanlah hal baru: selama perang dingin, penulis Gabriel García Márquez, Pablo Neruda, Doris Lessing, dan beberapa lainnya, dilarang masuk. Badan kongres mencabut hukum tersebut pada tahun 1990, namun hukum USA Patriot Act, yang diadopsi tahun 2001 dan 2006, mengizinkan pemerintahan untuk menolak masuknya pendatang yang dianggap berasal dari “negara teroris”.
Francine Prose, Presiden dari PEN American Center, menyebut Ramadan sebagai jubir yang penting dan pandai bicara yang harus diizinkan kembali ke AS. Cary Nelson, Presiden dari American Association of University Professors, berkata, “Sangat penting bagi kami untuk melihat Muslim modern sebagai jalan kami melihat dunia Islam.”
Beberapa kali Ramadan mengeluarkan komentar pedas dengan mengatakan adalah kesalahan pemerintah untuk membuatnya keluar dari negara tersebut. Pada tahun 2007, Paul Berman, penulis di New York University, menanggapi pendapat Ramadan di The New Republic, menyebut Ramadan telah menyamarkan ajaran Islam Radikal dengan modernisasi. Namun minggu ini Berman mengatakan dalam e-mail menyebutkan bahwa adalah keputusan bodoh bagi pemerintahan Bush untuk menolak Tariq Ramadan memasuki AS.”
“Perdebatan yang bebas adalah jalan keluar yang terbaik bagi semua orang,” tulisnya.
Jameel Jaffer, Direktur National Security Project dari Persatuan Kebebasan Sipil menuturkan bahwa poin penting dari Amandemen Pertama adalah untuk memberikan izin bagi setiap orang untuk menyampaikan pikiran yang bernilai untuk didengarkan.
“Pemerintah tidak seharusnya memiliki kekuasaan tersebut,” Jaffer mengatakan, “Dan tidak di bawah Amendemen Pertama

PREDIKSI PENG-ISLAM-AN EROPA TERBUKTI

LONDON (SuaraMedia) – Pemimpin Partai Buruh, Shahid Malik, memperkirakan tidak lama lagi akan terjadi peng-Islam-an di seluruh Eropa serta diresmikannya Menteri Islam untuk pertama kalinya. “Jika Allah menghendaki, keajaiban tersebut akan terjadi dalam 30 tahun mendatang.”

Tanda tersebut terlihat jelas dalam konferensi Persatuan Dan Perdamaian Global yang diadakan di pusat Excel London pada Oktober 2008 lalu, dapat juga disaksikan dalam rekaman video pertemuan tersebut.
Pembicaraan Malik tersebut juga dirilis di internet, sekitar lima bulan setelah acara tersebut.
Inti dari pembicaraan tersebut sangat jelas untuk mematahkan pendapat partai Tory dan Buruh kaya, yang dalam kebijakannya meragukan akan terjadi peng-Islam-an dalam negara tersebut.
Dalam bicaranya, Malik mengatakan bahwa dia sangat bangga akan usaha para Muslim sejak 1997.
Berdasarkan jumlah anggota Muslim parlemen Britania, Malik memaparkan bahwa pada 1997, untuk pertama kalinya terdapat Muslim dalam parlemen, pada 2001 telah terdapat dua, dan pada 2005 telah terdapat empat. “Saya perkirakan pada 2014 akan terdapat 16 orang dalam parlemen Britania. Dengan perkembangan seperti itu, tidak menutup kemungkinan seluruh anggota parlemen adalah Muslim suatu hari nanti.”
Namun Malik menyadari, dia telah bertindak gegabah jika terlalu jujur, dan menyebutkan hal tersebut bukanlah perhatian utamanya.
Sementara itu belum ada yang menanggapi ramalannya.
Dia melanjutkan ramalannya.
“Saya yakin, akan terdapat menteri Muslim, lalu akan terdapat Perdana Menteri Muslim dalam beberapa tahun mendatang,” katanya, yang juga sebagai perwakilan Muslim dan kelompok imigran.
Negara ini akan mengalami peng-Islam-an meski partai-partai besar berusaha keras menghentikan. (bnp)

USER INTERFACE SEARCH GOOGLE TERBARU

Google, rajanya internet saat ini terus berinovasi pada produk dan layanannya. Mengetahui adanya kompetisi yang ketat dari Bing si search engine pendatang dari Microsoft, maka Google pun harus beraksi untuk mempermak layanan searchnya.
Sebagian pengguna Google yang sudah diberi akses khusus untuk mencoba layanan search dengan tampilan user interface baru yang dapat membantu kita mensortir dan memfilter hasil pencarian dengan mudah dan praktis.
Berikut ini adalah tampilan google dengan menu baru di samping yang dapat digunakan untuk memfilter jenis hasil pencarian serta urutan berdasar waktu.
google_search_ui
Selain jenis hasil pencarian, Google juga memberikan saran keyword-keyword lain yang terkait.

Sepertinya kita sebagai pengguna akan makin happy-happy dengan inovasi produk-produk Google yang emang user friendly dan berguna bagi kita-kita.

"FATWA" RABBI YAHUDI UNTUK MEMBUNUH ANAK-ANAK MUSUH

Seorang rabi Yahudi kontroversial menulis buku yang memberikan ijin bagi orang Yahudi untuk membunuh orang-orang non Yahudi, termasuk bayi dan anak-anak, yang memiliki potensi ancaman bagi Yahudi atau Israel.
“Diperbolehkan untuk membunuh dengan benar bagi orang-orang Yahudi meskipun mereka tidak bertanggungjawab dalam situasi yang mengancam,” tulis Rabi Yitzhak Shapiro yang memimpin Od Yosef Chai Yeshiva (sekolah Talmud) di pemukiman Yitzhak di Tepi Barat yang terjajah di bukunya yang berjudul “The King’s Torah.”

Dia berpendapat bahwa goyem (julukan hina bagi orang non Yahudi) dapat dibunuh jika mereka mengancam Israel.
“Jika kami membunuh orang kafir yang berdosa atau melanggar 7 perintah , karena kami peduli pada perintah, tidak ada sesuatu yang salah terhadap pembunuhan itu.”
Shapiro mengklaim bahwa ‘fatwanya’ itu sudah sesuai dengan taurat dan talmud. ‘Fatwa’ ini juga sebagai respon atas penahanan polisi Israel terhadap seorang teroris Yahudi yang telah mengaku membunuh 2 penggembala Palestina di Tepi Barat.
Teroris kelahiran Amerika yang bernama Yaakov Teitel tersebut juga mengaku telah melakukan upaya percobaan pembunuhan terhadap tokoh sayap kiri Yahudi.
Polisi Israel menganggap penahanan ini merupakan senuah prestasi dalam mennghadapi terorisme Yahudi yang tumbuh dengan ‘fatwa’ rabi-rabi yang berafiliasi dengan camp Zionist.

16 Tahun silam, seorang teroris yahudi bernama Yigal Amir membunuh perdana mentri Israel Yitzhak Rabin.

Lebih dari itu, puluhan bahkan mungkin ratusan penduduk Palestina juga telah dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin teroris Yahudi.
Pada tahun 1994, Baruch Goldstein, teroris Yahudi yang sangat terkenal, membunuh 29 muslimin yang tengah bersembahyang di masjid Al-Ibrahimi, kota Al Khalil, Tepi Barat dengan berondongan senapan mesin.
‘Fatwa’ kontroversial ini didukung oleh sejumlah rabi yang berafiliasi dengan seminari Talmud di Yerusalem Barat, yang dikenal dengan Merkaz Ha’rav. Diantaranya Yitzhak Ginsburg and Ya’akov Yosef.
Ginsburb dikenal sebagai rabi yang mendukung Goldstein bahkan telah menulis sebuah leaflet dukungan dan menyebutnya sebagai ‘tokoh suci’.

Pandangan shapiro yang berdasar pada hukum agama Yahudi /Halacha ini sejatinya juga merupakan representasi dari pandangan mainstream Yahudi.
Selama gempuran tidak manusiawi zionis Israel terhadap Gaza awal tahun ini, Mordecahi Elyahu, salah satu tokoh rabi terkemuka juga mengelaurkan ‘fatwa’ untuk membunuh siapa saja termasuk anak-anak jika dianggap membahayakan hidup tentara Israel.

Dia juga telah memberikan petisi pada pemerintah Israel terhadap serangan di Gaza. Menurut Israel Shahak penulis buku “Jewish History, Jewish Religion: the Weight of Three Thousand years”, istulah ‘manusia’ dalam hukum agama Yahudi disematkan semata-mata hanya untuk Yahudi.

Di tahun 2006, dewan rabi di Tepi Barat bahkan menyerukan kepada militer Yahudi untuk tidak mempedulikan orang-orang kristen [Libanon] dan Islam [Palestina] dalam perang yang mereka jalani, siapapun mereka

PEMENANG ACADEMY AWARD NGE-TWEET DARI PENJARA

Seorang tahanan jelas tak diizinkan memiliki akses ponsel apalagi komputer. Namun ketika status Twitter milik seorang tahanan kondang rajin di-update, apalagi isinya persis menceritakan kondisi yang ia alami saat mendekam di penjara, tak pelak kecurigaan pun timbul.
Scriptwriter kondang pemenang Academy Award bernama Roger Avary-lah yang dicurigai melakukan aktivitas nge-tweet dari tempat terlarang itu, yakni penjara. Avary yang kondang atas film Pulp Fiction, dicurigai sering pasang status di akun Twitter-nya.
Padahal, ia kini sedang mendekam di penjara Ventura County, California, Amerika Serikat, karena kasus kecelakaan yang menyebabkan nyawa orang lain melayang.
Akun yang beralamatkan di @avary ini memang belum diverifikasi, alias belum diketahui apakah akun itu asli apa tidak. Namun, melihat konten statusnya yang menceritakan kondisi di dalam penjara, sejumlah pihak pun dibuat bertanya-tanya dan curiga.
“Penyakit menyebar ke semua fasilitas seperti semburan api, dan #34 tidak mampu menghindari infeksi ini” begitu tweet terakhir yang ditulis Avary di profilnya.
detikINET kutip dari LATimes, Rabu (25/11/2009), beberapa orang mempercayai Avary punya akses ke komputer. Hal ini dilihat dari sebagian besar tweet-nya yang dikirimkan via web browser.
Namun hal ini juga belum pasti karena beberapa tweet ada yang ditulis lewat Twitterrific, sebuah aplikasi untuk Mac dan iPhone.

Lah, kok bisa?